A.Cara Meningkatkan Pendidikan Di Situbondo
Permasalahan pendidikan merupakan hal yang selalu menarik untuk
diperbincangkan. Kapanpun dan dimanapun tempatnya, permasalahan
pendidikan selalu mendapat sorotan khusus bagi pemerhatinya. Hampir
semua permasalahan pendidikan seperti tidak ada akhirnya. Solusi tepat
selalu didambakan oleh berbagai pihak pelaku pendidikan dan
penyelenggara pendidikan agar kondisi pendidikan di Indonesia semakin
membaik dan menimbulkan kepuasan di berbagai pihak.
Yang terjadi saat ini adalah pemerintah seperti kebingungan arah
dalam mencari solusi terbaik yang bisa mendorong peningkatan kualitas
pendidikan di Indonesia. Sedangkan dari rakyat sendiri sebagai pelaku
sekaligus penikmat pendidikan hanya bisa termangu tanpa bisa berbuat
apa-apa selain mengkritisi habis-habisan berbagai kebijakan yang diambil
oleh pemerintah.
Sungguh bukan tindakan yang respontif jika kita sebagai pelaku
sekaligus penikmat pendidikan hanya bisa mengkritk tanpa bisa berbuat
sesuatu untuk nasib pendidikan di Indonesia atau paling tidak memberikan
usulan bagaimana solusi yang sekiranya tepat untuk
permasalahan-permasalahan saat ini.
Jika kita berfikir dan mau menggali lebih dalam, sebenarnya setiap
kebijakan yang diambil oleh pemerintah tujuan utamanya adalah untuk
memajukan pendidikan di Indonesia. Walaupun pada proses dan kenyatannya
di lapangan, kebijakan tersebut mengalami berbagai hambatan dan
memunculkan pro-kontra di bebagai kalangan, namun, hal kecil saja bisa
memunculkan ribuan spekulasi dan opini di mata masyarakat luas, apalagi
hal yang kompleks dan menyangkut berbagai aspek kehidupan seperti
pendidikan. Tentu saja tugas yang diemban oleh pemerintah sangat berat
dan vital.
Oleh karena itu, untuk membahas beberapa peranan pemerintah mengenai
peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia, maka penulis menyusun
makalah yang berjudul “Peranan Pemerintah Indonesia dlam Meningkatkan
Kualitas Pendidikan”.
B.Cara Meningkatkan Pendidikan Di SMPN 4 Panji
SMPN 4 PANJI |
Peningkatan Kemampuan Mengajar Guru
Strategi pertama yang diterapkan oleh kepala sekolah dalam meningkatkan mutu
pembelajaran yaitu dengan cara peningkatan kemampuan mengajar guru. Peningkatan
kemampuan mengajar ini dipandang oleh kepala sekolah sangat penting mengingat
gurulah sebagai peran kunci yang melaksanakan dan menentukan baik tidaknya mutu
pembelajaran tersebut. Selain itu pula sejumlah permasalahan dalam meningkatkan
mutu pembelajaran banyak bersumber darai guru, misalnya kurang disiplin, kurang
profesional, kinerjanya rendah atau permasalahan-permasalahan pribadi lainnya.
Peningkatan kemampuan guru dalam hal ini yaitu meningkatkan kemampuan para guru
dalam menjalankan tugas dan kewajibannya sebagai pengajar. Tentunya peningkatan
kemampuan ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan guru dalam merencanakan,
melaksanakan dan bahkan menilaia hasil pembelajaran yang dilakukannya.
Pengembangan kemampuan guru yang diterapkan kepala sekolah yaitu dengan cara
mengikutsertakan para guru dalam seminar, diklat dan penataran kependidikan yang
diselenggarakan oleh lembaga-lembaga kepofesian. Bahkan dalam hal ini pihak sekolah
memberikan keleluasaan yang penuh terhadap para guru yang akan melanjutkan
pendidikan formalnya. Sementara itu pula, kepala sekolah berupaya untuk mendorong
para guru agar aktif dalam Kelompok Kerja Guru, sehingga diharapkan setiap guru
mampu mengembangkan kemampuannya dalam menjalankan tugas dan tanggung
jawabnya sebagai pengajar. Melalui KKG inilah guru dapat saling tukar pengalaman dan
berdiskusi untuk memecahkan masalah yang dihadapi dalam mengajar.
Optimalisasi Penggunaan Media dan Sarana Pendidikan
Strategi yang diterapkan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pembelajaran
yaitu dengan optimalisasi pemanfaatan dan penggunaan media dan sarana
pendidikan. Permasalahan yang muncul dalam hal ini bahwa selama ini guru
kurang mendayagunakan penggunaan media dan sarana pendidikan yang ada,
sehingga keberadaannya jelas tidak bermanfaat untuk memperlancar
pembelajaran. Optimalisasi penggunaan media dan sarana ini dilakukan dengan
cara membuat kebijakan untuk mewajibkan setiap guru dalam melakukan
pembelajarannya dengan menggunakan media atau sarana pendidikan yang
tersedia, sehingga mampu mewujudkan hasil pengajaran yang optimal. Sementara
itu pula sebagai pimpinan, kepala sekolah berupaya untuk membina dan
mengarahkan cara-cara penggunaan media dan sarana pendidikan yang
mendukung terhadap pembelajaran, sehingga hasil pembinaan dan pengarahan ini setiap guru
dapat menggunakan media dan sarana pendidikan tersebut dengan baik dalam
pembelajaran. Untuk memberdayakan penggunaan media dan sarana pendidikan
ini pula, kepala sekolah berupaya menerapkan pengelolaan yang baik. Kepala
sekolah mendesain atau mengatur penempatan, penggunaan dan pemeliharaan
dari media dan sarana pendidikan yang ada. Keadaan ini dilakukan dalam upaya
mengkondisikan media dan sarana pendidikan yang ada mampu dilindungi dan
mampu untuk dimanfaatkan keberadannya. Lebih lanjut kepala sekolah
menganggarkan biaya untuk pemeliharaan dan pengadaan media dan sarana
pendidikan yang belum tersedia.
Pelaksanaan Supervisi secara Rutin
Strategi yang
lain yang diterapkan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan
yaitu dengan pelaksanaan supervisi rutin. Keadaan ini dilakukan
mengingat keberadaan guru yang relatif memiliki pendidikan cukup sama
yaitu SPG, sehingga pembinaan dan pengarahan merupakan suatu kebutuhan
yang diperlukan sekali dalam meningkatkan mutu pembelajaran. Strategi
inipun ditemph kepala sekolah untuk mengatasi permasalahan sehubungan
dengan kurangnya sikap profesionalisme yang dilakukan oleh guru dalam
melaksanakan tugas. Kegiatan supervisi dilakukan kepala sekolah agar
kepala sekolah mengetahui secara langsung permasalahan yang dihadapi
guru selama melaksanakan pembelajaran, sehingga kepala sekolah dapat
memberikan bantuan sesuai dengan kemampuannya.
Kegiatan
supervisi ini dilakukan oleh kepala sekolah dengan cara mengadakan
kunjungan kelas, rapat-rapat dan pembinaan secara individual terhadap
guru. Kunjungan kelas yang dilakukan oleh kepala sekolah di sini yaitu
dengan mengadakan pengunjungan terhadap setiap kelas tentang kelengkapan
sarana pendidikan yang ada dan mengecek kehadiran guru maupun siswa.
Selanjutnya supervisi yang dilakukan oleh kepala sekolah ini dilakukan
dengan cara mengadakan rapat-rapat yang dilakukan dalam mengadakan
pengevaluasi atau bahkan pembinaan terhadap para guru untuk mengenalkan
sesuatu yang baru dan perlu diketahui oleh guru mengenai hal yang
berkaitan dengan pembelajaran. Kemudian juga kepala sekolah sering
mengadakan supervisi terhadap para guru secara perorangan dalam membina
dan mengarahkan guru tersebut, sehingga mampu menjalankan tugasnya
dengan baik, biasanya dilakukan jika ada permasalahan yang begitu besar
dan terjadi pada tugas guru tersebut.
Menjalin Kerjasama dengan Masyarakat
Masyarakat
merupakan relasi yang cukup besar dalam memberikan pengaruh dan bantuan
terhadap kelancaran penyelenggaraan pembelajaran. Palagi jika dikaitakan
dengan keadaan sekarang bahwa masyarakat memiliki peran sebagai
pengawas dan penyumbang kebutuhan sekolah dengan dibentuknya “Dewan
Sekolah”. Namun demikian dalam kenyataannya bahwa masyarakat masih
kurang peka terhadap kebutuhan sekolah. Oleh karena itulah sebagai
langkah awal memperbaiki hubungan dengan sekolah dengan masyarakat, maka
kepala sekolah mengadakan suatu strategi dalam bentuk kerjasama dengan
masyarakat. Dalam mengadakan hubungan kerjasama dengan masyarakat ini,
maka sekolah membentuk Dewan Sekolah yang memiliki fungsi dan peran
sebagai wadah untuk memfasilitas masyarakat berhubungan dengan sekolah
atau sebaliknya. Selama ini melalui “Dewan Sekolah” itulah orang tua
siswa, masyarakat umum atau donatur mengadakan jalinan hubungan yang
harmonis. Lebih lanjut kepala sekolah mengadakan hubungan dan komunikasi
dengan para orang tua siswa dan “Dewan Sekolah” yaitu dengan mengadakan
rapat-rapat.
Rapat/pertemuan
dengan para orang tua siswa dilakukan pada awal tahun pelajaran dan pada
waktu pembagian “Buku Laporan Pendidikan”. Pada pertemuan sekolah
dengan orang tua siswa pada awal tahun merupakan pertemuan yang
membicarakan tentang pengenalan program-program pendidikan yang akan
diselenggarakan dan uraian secara terbuka mengenai penggaran yang
digunakannya. Sementara pertemuan pada pembagian Buku Laporan Pendidikan
merupakan pertmuan yang berupaya untuk secara tetap menjalin komunikasi
yang harmonis dengan orang tua siswa. Rapat “Dewan Sekolah” merupakan
upaya menjalin kerjasama dengan masyarakat dalam membahas
program-program pendidikan yang akan diselenggarakan oleh pihak sekolah.
Pada pertemuan ini dibahas mengenai program-program yang akan
dilaksanakan oleh pihak sekolah.
Penerapan Disiplin yang Ketat
Penerapan
disiplin yang ketat merupakan pula salah satu strategi yang dilakukan
oleh kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pembelajaran. Penerapan
disiplin ini penting dilakukan sehubungan dengan rendahnya tingkat
kedisiplinan guru maupun siswa, antara lain: datang terlambat,
berpakaian kurang rapi dan pulang belajar mengajar belum pada waktunya.
Pendisiplinan ini dilakukan untuk mengkondisikan semua warga SD memiliki
kinerja dalam menjalankan tugas dan peranannya secara optimal. Di mana
melalui pendisiplinan ini diharapkan para personil pendidikan mampu
memberikan kinerjanya yang optimal. Sementara pendisiplinan yang
terapkan pada siswa diharapkan mampu menciptakan keteraturan dan
ketertiban dalam menjalankan atau mengikuti pembelajaran.
Pendisiplinan
iklim sekolah ini dilakukan dengan cara pembuatan tata tertib bagi siswa
dan tata tertib bagi para guru yang ada di sekolah. Pendisiplinan ini
ditegakkan secara objektif, sehingga mampu memberikan kontribusi
terhadap peningkatan mutu pembelajaran. Kepala sekolah setipa hari
mengontrol kedisiplinan guru dan siswa dengan cara melihat kehadiran,
kerapihan dari pakaiannya dan menampilkan perilaku kepemimpinan yang
patut untuk dicontoh atau ditiru. Lebih konkritnya jika ada guru maupun
siswa yang tidak berdisiplin, maka kepala sekolah melakukan teguran
secara lisan, melakukan pemanggilan dan pemberian sanksi apabila guru
maupun siswa tetap membandel. Selain itu pula khusus untuk siswa jika
ada yang tidak disiplin, kepala sekolah memanggil orang tua siswa ke
sekolah untuk meminta bantuan dalam membina anaknya.
Secara lebih
konkrit pendisiplinan yang dilakukan kepada guru, kepala sekolah
melakukan evaluasi terhadap ketepatan waktu mengajar, kehadiran dan
kerapihan pakainnya. Kepala sekolah terbiasa memanggil guru yang
terlambat dalam mengajar, tidak rapih dalam berpakaian dan sering tidak
hadir. Kondisi tersebut ditindaklanjuti dengan pembinaan dan pengajaran,
sehingga para guru tetap mampu menegakkan kedisiplinannya. Kepala
sekolah menggap bahwa melalui pendisiplinan inilah nantinya akan mampu
memberikan dapak terhadap hasil belajar. Dengan demikian kedisiplinan
ini perlu diciptakan dengan baik, sehingga mampu memberikan kontribusi
terhadap mutu pembelajaran dengan baik pula.
No comments:
Post a Comment