Thursday, 6 July 2017

Cara Meningkatkan Pendidikan

A.Cara Meningkatkan Pendidikan Di Situbondo

Image result for kantor lembaga pendidikan situbondo
Permasalahan pendidikan merupakan hal yang selalu menarik untuk diperbincangkan. Kapanpun dan dimanapun tempatnya, permasalahan pendidikan selalu mendapat sorotan khusus bagi pemerhatinya. Hampir semua permasalahan pendidikan seperti tidak ada akhirnya. Solusi tepat selalu didambakan oleh berbagai pihak pelaku pendidikan dan penyelenggara pendidikan agar kondisi pendidikan di Indonesia semakin membaik dan menimbulkan kepuasan di berbagai pihak.

Yang terjadi saat ini adalah pemerintah seperti kebingungan arah dalam mencari solusi terbaik yang bisa mendorong peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Sedangkan dari rakyat sendiri sebagai pelaku sekaligus penikmat pendidikan hanya bisa termangu tanpa bisa berbuat apa-apa selain mengkritisi habis-habisan berbagai kebijakan yang diambil oleh pemerintah.

Sungguh bukan tindakan yang respontif jika kita sebagai pelaku sekaligus penikmat pendidikan hanya bisa mengkritk tanpa bisa berbuat sesuatu untuk nasib pendidikan di Indonesia atau paling tidak memberikan usulan bagaimana solusi yang sekiranya tepat untuk permasalahan-permasalahan saat ini.

Jika kita berfikir dan mau menggali lebih dalam, sebenarnya setiap kebijakan yang diambil oleh pemerintah tujuan utamanya adalah untuk memajukan pendidikan di Indonesia. Walaupun pada proses dan kenyatannya di lapangan, kebijakan tersebut mengalami berbagai hambatan dan memunculkan pro-kontra di bebagai kalangan, namun, hal kecil saja bisa memunculkan ribuan spekulasi dan opini di mata masyarakat luas, apalagi hal yang kompleks dan menyangkut berbagai aspek kehidupan seperti pendidikan. Tentu saja tugas yang diemban oleh pemerintah sangat berat dan vital.

Oleh karena itu, untuk membahas beberapa peranan pemerintah mengenai peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia, maka penulis menyusun makalah yang berjudul “Peranan Pemerintah Indonesia dlam Meningkatkan Kualitas Pendidikan”.
B.Cara Meningkatkan Pendidikan Di SMPN 4 Panji
Image result for smpn 4 panji
SMPN 4 PANJI
Peningkatan Kemampuan Mengajar Guru

Strategi pertama yang diterapkan oleh kepala sekolah dalam meningkatkan mutu 
pembelajaran yaitu dengan cara peningkatan kemampuan mengajar guru. Peningkatan 
kemampuan mengajar ini dipandang oleh kepala sekolah sangat penting mengingat 
gurulah sebagai peran kunci yang melaksanakan dan menentukan baik tidaknya mutu 
pembelajaran tersebut. Selain itu pula sejumlah permasalahan dalam meningkatkan 
mutu pembelajaran banyak bersumber darai guru, misalnya kurang disiplin, kurang 
profesional, kinerjanya rendah atau permasalahan-permasalahan pribadi lainnya.

Peningkatan kemampuan guru dalam hal ini yaitu meningkatkan kemampuan para guru 
dalam menjalankan tugas dan kewajibannya sebagai pengajar. Tentunya peningkatan 
kemampuan ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan guru dalam merencanakan, 
melaksanakan dan bahkan menilaia hasil pembelajaran yang dilakukannya. 
Pengembangan kemampuan guru yang diterapkan kepala sekolah yaitu dengan cara 
mengikutsertakan para guru dalam seminar, diklat dan penataran kependidikan yang 
diselenggarakan oleh lembaga-lembaga kepofesian. Bahkan dalam hal ini pihak sekolah 
memberikan keleluasaan yang penuh terhadap para guru yang akan melanjutkan 
pendidikan formalnya. Sementara itu pula, kepala sekolah berupaya untuk mendorong 
para guru agar aktif dalam Kelompok Kerja Guru, sehingga diharapkan setiap guru 
mampu mengembangkan kemampuannya dalam menjalankan tugas dan tanggung 
jawabnya sebagai pengajar. Melalui KKG inilah guru dapat saling tukar pengalaman dan
 berdiskusi untuk memecahkan masalah yang dihadapi dalam mengajar.
Optimalisasi Penggunaan Media dan Sarana Pendidikan

Strategi yang diterapkan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pembelajaran
 yaitu dengan optimalisasi pemanfaatan dan penggunaan media dan sarana
 pendidikan. Permasalahan yang muncul dalam hal ini bahwa selama ini guru
 kurang mendayagunakan penggunaan media dan sarana pendidikan yang ada,
 sehingga keberadaannya jelas tidak bermanfaat untuk memperlancar
 pembelajaran. Optimalisasi penggunaan media dan sarana ini dilakukan dengan 
cara membuat kebijakan untuk mewajibkan setiap guru dalam melakukan 
pembelajarannya dengan menggunakan media atau sarana pendidikan yang 
tersedia, sehingga mampu mewujudkan hasil pengajaran yang optimal. Sementara 
itu pula sebagai pimpinan, kepala sekolah berupaya untuk membina dan 
mengarahkan cara-cara penggunaan media dan sarana pendidikan yang 
mendukung terhadap pembelajaran, sehingga hasil pembinaan dan pengarahan ini setiap guru 
dapat menggunakan media dan sarana pendidikan tersebut dengan baik dalam 
pembelajaran. Untuk memberdayakan penggunaan media dan sarana pendidikan 
ini pula, kepala sekolah berupaya menerapkan pengelolaan yang baik. Kepala 
sekolah mendesain atau mengatur penempatan, penggunaan dan pemeliharaan 
dari media dan sarana pendidikan yang ada. Keadaan ini dilakukan dalam upaya
 mengkondisikan media dan sarana pendidikan yang ada mampu dilindungi dan
 mampu untuk dimanfaatkan keberadannya. Lebih lanjut kepala sekolah 
menganggarkan biaya untuk pemeliharaan dan pengadaan media dan sarana 
pendidikan yang belum tersedia.
Pelaksanaan Supervisi secara Rutin

Strategi yang lain yang diterapkan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan yaitu dengan pelaksanaan supervisi rutin. Keadaan ini dilakukan mengingat keberadaan guru yang relatif memiliki pendidikan cukup sama yaitu SPG, sehingga pembinaan dan pengarahan merupakan suatu kebutuhan yang diperlukan sekali dalam meningkatkan mutu pembelajaran. Strategi inipun ditemph kepala sekolah untuk mengatasi permasalahan sehubungan dengan kurangnya sikap profesionalisme yang dilakukan oleh guru dalam melaksanakan tugas. Kegiatan supervisi dilakukan kepala sekolah agar kepala sekolah mengetahui secara langsung permasalahan yang dihadapi guru selama melaksanakan pembelajaran, sehingga kepala sekolah dapat memberikan bantuan sesuai dengan kemampuannya.
Kegiatan supervisi ini dilakukan oleh kepala sekolah dengan cara mengadakan kunjungan kelas, rapat-rapat dan pembinaan secara individual terhadap guru. Kunjungan kelas yang dilakukan oleh kepala sekolah di sini yaitu dengan mengadakan pengunjungan terhadap setiap kelas tentang kelengkapan sarana pendidikan yang ada dan mengecek kehadiran guru maupun siswa. Selanjutnya supervisi yang dilakukan oleh kepala sekolah ini dilakukan dengan cara mengadakan rapat-rapat yang dilakukan dalam mengadakan pengevaluasi atau bahkan pembinaan terhadap para guru untuk mengenalkan sesuatu yang baru dan perlu diketahui oleh guru mengenai hal yang berkaitan dengan pembelajaran. Kemudian juga kepala sekolah sering mengadakan supervisi terhadap para guru secara perorangan dalam membina dan mengarahkan guru tersebut, sehingga mampu menjalankan tugasnya dengan baik, biasanya dilakukan jika ada permasalahan yang begitu besar dan terjadi pada tugas guru tersebut.
Menjalin Kerjasama dengan Masyarakat

Masyarakat merupakan relasi yang cukup besar dalam memberikan pengaruh dan bantuan terhadap kelancaran penyelenggaraan pembelajaran. Palagi jika dikaitakan dengan keadaan sekarang bahwa masyarakat memiliki peran sebagai pengawas dan penyumbang kebutuhan sekolah dengan dibentuknya “Dewan Sekolah”. Namun demikian dalam kenyataannya bahwa masyarakat masih kurang peka terhadap kebutuhan sekolah. Oleh karena itulah sebagai langkah awal memperbaiki hubungan dengan sekolah dengan masyarakat, maka kepala sekolah mengadakan suatu strategi dalam bentuk kerjasama dengan masyarakat. Dalam mengadakan hubungan kerjasama dengan masyarakat ini, maka sekolah membentuk Dewan Sekolah yang memiliki fungsi dan peran sebagai wadah untuk memfasilitas masyarakat berhubungan dengan sekolah atau sebaliknya. Selama ini melalui “Dewan Sekolah” itulah orang tua siswa, masyarakat umum atau donatur mengadakan jalinan hubungan yang harmonis. Lebih lanjut kepala sekolah mengadakan hubungan dan komunikasi dengan para orang tua siswa dan “Dewan Sekolah” yaitu dengan mengadakan rapat-rapat.
Rapat/pertemuan dengan para orang tua siswa dilakukan pada awal tahun pelajaran dan pada waktu pembagian “Buku Laporan Pendidikan”. Pada pertemuan sekolah dengan orang tua siswa pada awal tahun merupakan pertemuan yang membicarakan tentang pengenalan program-program pendidikan yang akan diselenggarakan dan uraian secara terbuka mengenai penggaran yang digunakannya. Sementara pertemuan pada pembagian Buku Laporan Pendidikan merupakan pertmuan yang berupaya untuk secara tetap menjalin komunikasi yang harmonis dengan orang tua siswa. Rapat “Dewan Sekolah” merupakan upaya menjalin kerjasama dengan masyarakat dalam membahas program-program pendidikan yang akan diselenggarakan oleh pihak sekolah. Pada pertemuan ini dibahas mengenai program-program yang akan dilaksanakan oleh pihak sekolah.
Penerapan Disiplin yang Ketat
Penerapan disiplin yang ketat merupakan pula salah satu strategi yang dilakukan oleh kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pembelajaran. Penerapan disiplin ini penting dilakukan sehubungan dengan rendahnya tingkat kedisiplinan guru maupun siswa, antara lain: datang terlambat, berpakaian kurang rapi dan pulang belajar mengajar belum pada waktunya. Pendisiplinan ini dilakukan untuk mengkondisikan semua warga SD memiliki kinerja dalam menjalankan tugas dan peranannya secara optimal. Di mana melalui pendisiplinan ini diharapkan para personil pendidikan mampu memberikan kinerjanya yang optimal. Sementara pendisiplinan yang terapkan pada siswa diharapkan mampu menciptakan keteraturan dan ketertiban dalam menjalankan atau mengikuti pembelajaran.
Pendisiplinan iklim sekolah ini dilakukan dengan cara pembuatan tata tertib bagi siswa dan tata tertib bagi para guru yang ada di sekolah. Pendisiplinan ini ditegakkan secara objektif, sehingga mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan mutu pembelajaran. Kepala sekolah setipa hari mengontrol kedisiplinan guru dan siswa dengan cara melihat kehadiran, kerapihan dari pakaiannya dan menampilkan perilaku kepemimpinan yang patut untuk dicontoh atau ditiru. Lebih konkritnya jika ada guru maupun siswa yang tidak berdisiplin, maka kepala sekolah melakukan teguran secara lisan, melakukan pemanggilan dan pemberian sanksi apabila guru maupun siswa tetap membandel. Selain itu pula khusus untuk siswa jika ada yang tidak disiplin, kepala sekolah memanggil orang tua siswa ke sekolah untuk meminta bantuan dalam membina anaknya.
Secara lebih konkrit pendisiplinan yang dilakukan kepada guru, kepala sekolah melakukan evaluasi terhadap ketepatan waktu mengajar, kehadiran dan kerapihan pakainnya. Kepala sekolah terbiasa memanggil guru yang terlambat dalam mengajar, tidak rapih dalam berpakaian dan sering tidak hadir. Kondisi tersebut ditindaklanjuti dengan pembinaan dan pengajaran, sehingga para guru tetap mampu menegakkan kedisiplinannya. Kepala sekolah menggap bahwa melalui pendisiplinan inilah nantinya akan mampu memberikan dapak terhadap hasil belajar. Dengan demikian kedisiplinan ini perlu diciptakan dengan baik, sehingga mampu memberikan kontribusi terhadap mutu pembelajaran dengan baik pula.

No comments: