Saturday, 13 January 2018

Pengertian Kalimat Perintah (Imperatif) beserta contohnya

Kalimat Perintah (Imperatif)

Berdasarkan ciri formalnya, kalimat ini memiliki pola intonasi yang berbeda dengan pola intonasi kalimat berita dan kalimat tanya. Pola umum intonasi kalimat perintah ialah naik pada bagian awal.
Selain ciri intonasi, kalimat perintah juga di tandai oleh hal-hal sebagai berikut:

a.) Penggunaan tanda seru (!) dalam bahasa tulis, misal:
- Tidurlah!
- Bicaralah, jangan diam saja!

b.) Penggunaan partikel -lah pada predikat verba, misal :
- Tulislah namamu pada tempat yang di sediakan!
- Matikanlah lampu sebelum tidur!

c.) Penggunaan pola susun inversi (P-S), misal:
- Datanglah kamu ke rumah saya!
- Tertawalah engkau sepuas-puasnya!

d.) Penggunaan predikat verba tanpa awalan.
- Membaca ~> Bacalah doa sebelum makan.
- Membalas ~> Balaslah surat itu?
- Mempertanggungjawabkan ~> Pertanggungjawabkan sendiri perbuatanmu.

Untuk memperhalus perintah biasanya digunakan sarana penghalus, seperti:

a. Pelembutan intonasi, dalam bahasa tulis berupa penghilangan tanda seru (!)

b. Pemakaian partikel -lah
Contoh:
- Pergilah. Lebih halus, dari pada Pergi!!!

c. Pemakaian kata penghalus : maaf, sebaiknya, seyogyanya, silakan, mohon, sudilah kiranya, berkenan kiranya, dan lain-lain.
Contoh:
- Tolong ambilkan pisau. Lebih halus dari pada Ambilkan pisau!
- Dimohon bapak / ibu hadir di acara itu. Lebih halus dari pada Hadirlah di acara itu.

d. Pengubahan ke struktur tanya
Contoh:
- Carikan pensil lain !
~> Apakah tidak ada pensil yang lain ?
- Bersihkan papan tulis !
~> Adakah petugas piket untuk menghapus papan tulis ?

e. Pengubahan ke struktur berita.
Contoh:
- Berkenanlah hadir !
~> Kami sangat berterima kasih kalau bapak berkenan hadir.
- Sumbanglah kami !
~> Kalau ibu / bapak berkenan menyumbang, kami sangat berterima kasih.

Macam-macam kalimat perintah :

a. Perintah biasa atau suruh
- jawablah dengan singkat dan jelas !
- mandikan adikmu dengan air hangat !

b. Larangan
- jangan engkau sakiti hatinya !
- jangan biarkan dia menangis !

c. Sindiran
- ambil lah kembali semua yang telah kau berikan pada ku !
- masukkan tangan mu ke mulut buaya kalau berani !

d. Permintaan/harapan
- saya minta anda belajar dengan sungguh-sungguh
- saya harap anda belajar dengan sungguh-sungguh

e. Permohonan
- saya mohon bapak / ibu berkenan hadir
- kami mohon bapak camat berkenan memberi sambutan

f. Persilaan, misal
- hadirin dipersilahkan berdiri
- para tamu undangan di persilahkan menikmati hidangan yang telah di sediakan

g. Saran, misal
- saya sarankan anda pulang saja
- mejurut hemat saya lebih efisien kalau bapak memakai motor gerobak

2 comments:

nami said...
This comment has been removed by the author.
Akhbar Sanusi said...

Berdasarkan ciri formalnya, kalimat ini memiliki pola intonasi yang berbeda dengan pola intonasi kalimat berita dan kalimat tanya. Pola umum intonasi kalimat perintah ialah naik pada bagian awal.
Selain ciri intonasi, kalimat perintah juga di tandai oleh hal-hal sebagai berikut:

a.) Penggunaan tanda seru (!) dalam bahasa tulis, misal:
- Tidurlah!
- Bicaralah, jangan diam saja!
kata kerja imperatif